Program pengembangan Desa Wisata melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) 

Bumdes.id -Program pengembangan Desa Wisata melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) bisa menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan potensi wisata suatu daerah. Berikut adalah langkah-langkah untuk optimalisasi Desa Wisata melalui BUM Desa:

1. Studi Potensi Lokal

  • Identifikasi potensi wisata yang dimiliki oleh desa tersebut, seperti keindahan alam, keunikan budaya, kuliner khas, kerajinan lokal, dll.
  • Pelajari minat dan kebutuhan wisatawan yang potensial untuk menarik mereka ke daerah tersebut.

2. Pembentukan BUM Desa

  • Bentuk BUM Desa yang melibatkan pemangku kepentingan lokal, seperti tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah desa, tokoh usaha, atau perwakilan dari komunitas.
  • Bangun struktur organisasi yang kuat dan jelas dengan penunjukan tugas dan tanggung jawab yang spesifik.

3. Perencanaan Strategis

  • Buat rencana strategis jangka panjang untuk pengembangan Desa Wisata.
  • Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang ingin dicapai oleh BUM Desa.

4. Pengelolaan Sumber Daya

  • Kelola sumber daya secara efisien, seperti lahan, tenaga kerja lokal, dan keuangan BUM Desa.
  • Manfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

5. Pengembangan Infrastruktur

  • Tingkatkan infrastruktur yang mendukung pariwisata, seperti jalan, fasilitas umum, tempat parkir, dan lainnya.
  • Bangun atau tingkatkan fasilitas akomodasi, tempat makan, dan sarana wisata lainnya.

6. Pemasaran dan Promosi

  • Rencanakan strategi pemasaran yang efektif, baik secara online maupun offline, untuk menarik wisatawan.
  • Gunakan media sosial, situs web, dan kerjasama dengan agen perjalanan untuk mempromosikan Desa Wisata.

7. Pelatihan dan Pendidikan

  • Berikan pelatihan kepada penduduk lokal untuk meningkatkan keterampilan dalam industri pariwisata, seperti pelatihan kebersihan, pelayanan pelanggan, panduan wisata, dan lainnya.
  • Tingkatkan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan dan budaya di antara penduduk setempat.

8. Kemitraan dan Kolaborasi

  • Bangun kemitraan dengan pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, atau lembaga lain yang dapat mendukung pengembangan Desa Wisata.
  • Libatkan komunitas lokal dalam pengambilan keputusan dan proyek-proyek pengembangan.

9. Evaluasi dan Perbaikan

  • Lakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja BUM Desa dan Desa Wisata.
  • Perbaiki strategi yang kurang efektif dan identifikasi peluang baru untuk pengembangan lebih lanjut.

Pengelolaan Desa Wisata melalui BUM Desa memerlukan kerjasama dan komitmen dari semua pihak terkait. Dengan pendekatan yang terarah dan berkelanjutan, Desa Wisata dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat sambil melestarikan budaya dan lingkungan. (Havri A.F)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *