BRILink Menjadi Tulang Punggung Digitalisasi Pedesaan

Bumdes.id Pada tahun 2014 Otoritas Jasa Keuangan mempelopori peluncuran Layanan Keuangan Tanpa Kantor atau biasa disingkat dengan sebutan LAKU PANDAI. Layanan keuangan ini menitikberatkan layanan keuangan tanpa memerlukan kehadiran kantor bank, sehingga dapat diambil alih oleh badan usaha atau badan hukum berijin resmi. 

LAKU PANDAI menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki ratusan pulau terluar dan ribuan desa-desa di daerah pedalaman. Sehingga transaksi keuangan tidak memerlukan pembangunan kantor besar. Cukup dengan membuka agen LAKU PANDAI yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan. 

LAKU PANDAI kemudian diadopsi dengan lahirnya agen-agen keuangan yang beroperasi seperti toko kelontong, supermarket, toko desa dan bahkan warung makan. Pada tahun 2015, Bank BRI bersama bank-bank BUMN lainnya mempelopori berdirinya LAKU PANDAI dengan merek dagang masing-masing bank.

Bank BRI melalui BRILink kemudian banyak dibuka di daerah-daerah, dimulai dari daerah Jawa dan sampai dengan akhir tahun 2023 agen BRILink di seluruh Indonesia dari Sumatera sampai Jawa telah berjumlah 690.000 agen.

BRILink menjadi tulang punggung digitalisasi bagi pedesaan, karena dengan hadirnya LAKU PANDAI dari BRI ini. Masyarakat desa jika ingin bertransaksi keuangan tidak perlu datang ke kantor Bank BRI yang biasanya berada di kota kecamatan. BRI sendiri merupakan satu-satunya bank BUMN yang kantor cabangnya hadir sampai lokasi terkecil di kecamatan. 

Dengan hadirnya LAKU PANDAI BRILink, maka transaksi pembayaran, transfer, pembelian pulsa, token dan transaksi-transaksi digital dapat dilakukan di toko-toko desa. Akuisisi BRILink ini mengalami momentum yang bagus ketika BRI dan Bumdes.id menggelar Desa BRILian di tahun-tahun hadirnya pandemi Covid-19 dimana segala transaksi keuangan diarahkan pemerintah untuk dilakukan secara digital.

LAKU PANDAI BRILink dapat menjadi unit usaha BUMDes karena dapat dibuka oleh badan usaha maupun perorangan. Salah satu contoh kesuksesan laku pandai BRILink berada di BUMDes Kemudo Makmur, dimana selain terintegrasi dengan toko desa (supermarket modern), LAKU PANDAI BRILink ini juga menjadi sarana ujung tombak penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Pemerintah. 

BRI mendorong BUMDes dapat membuka unit usaha sederhana seperti BRILink karena dapat dibuka oleh BUMDes jika telah memiliki sertifikat badan hukum sesuai Peraturan Pemerintah no 11 Tahun 2021. BRILink dapat dibuka BUMDes dengan membuka rekening bank BRI, mengumpulkan dokumen seperti AD/ART, sertifikat badan hukum hingga nomor induk berusaha.

Nantinya BUMDes dapat memulai pendirian unit usaha BRILink setara dengan Payment point Online Bank (PPOB) yang menjadi jujugan masyarakat dalam bertransaksi keuangan seperti tarik tunai tanpa kartu, transfer antara bank dan bahkan membayar belanjaan online marketplace, membayar pajak motor, pajak negara melalui MPN Generasi terbaru serta transaksi harian seperti membeli token, membayar tagihan air dan listrik. 

Pada sesi materi Deepening Desa BRILian yang digelar BRI dan Bumdes.id mengenai tata kelola dan manajemen BUMDes kelas advance, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba merancang hadirnya LAKU PANDAI BRILink di desanya masing-masing sebagai calon unit usaha BUMDes.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *