Kerjasama Lintas Sektoral untuk Pengembangan BUMDes

Bumdes.id – Pendiri Bumdes.id, Dr Rudy Suryanto, M.Acc., AK., CA dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa salah satu kunci pengembangan BUMDes sukses adalah adanya jaringan yang disebut dengan ABCGFM. ABCGFM atau singkatan dari Academic, Business Institution, Community, Government, Financial Institution serta Media. 

Pengembangan ABCGFM sebagai support system BUMDes telah banyak diujicoba Bumdes.id dalam berbagai kesempatan pendampingan desa. Misalnya ketika Forum Rempug Akademisi BUMDes yang diadakan di FEB UGM atas prakarsa Bumdes.id menjadi pendorong lahrnya Forum Rempug Pengurus BUMDes di Desa Panggungharjo untuk menekankan kembali pentingnya BUMDes dan Desa.

Selain itu, dukugan ABCGFM terutama dalam hal konektivitas dengan institusi perbankan juga dilakukan BRI dengan Bumdes.id ketika mengadakan Kompetisi Desa BRILIan tahun 2021. Bank BRI menjadi pihak pendorong lahirnya LAKU PANDAI di desa-desa di Indonesia yang dapat meningkatkan literasi keuangan.

LAKU PANDAI yang dikenal dengan BRILink menjadi alternatif pendirian unit usaha BUMDes. Mendorong transaksi keuangan di desa dialihkan ke dalam sistem digital, serta melahirkan budaya baru untuk melakukan transaksi keuangan secara online untuk kepentingan-kepentingan harian seperti misalnya pembayaran listrik, pembelian paket data, pembayaran air PAM hingga membayar belanjaan di marketplace. 

Dalam rangka memperkuat kembali peran jejaring ABCGFM sebagai sistem pendukung tumbuh kembang BUMDes. Maka Bank BRI bersama Bumdes.id menghadirkan Kurniawan, SE. AK. CA., M.AK, Konsultan senior BUMDes yang berpengalaman dalam melakukan konektivitas jejaring BUMDes di tingkat desa hingga regional. 

Kurniawan membuka materi kerjasama lintas sektoral dengan tiga sasaran utama bahwa jika BUMDes dapat mendorong kerjasama dengan banyak pihak. Maka akan ada tiga manfaat yang dapat diperoleh BUMDes serta desa:

Pertama, Kinerja yang lebih baik. Jika BUMDes bergerak sendirian dari mulai merancang program kerja sampai dengan merealisasikan maka dapat dipastikan akan menghabiskan banyak energi, sasaran tidak dapat dicapai dan berpotensi menghasilkan kinerja yang tidak baik.

Jika BUMDes dapat menyusun pola kerjasama dengan berbagai pihak ABCGFM di tingkat desa atau kabupaten misalnya. Maka program-program kerja untuk menuntaskan permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan menghasilkan kinerja yang baik. 

Kedua, Peningkatan efisiensi. BUMDes jika bekerja sendirian akan menghabiskan banyak energi, waktu, uang dan materi dalam bentuk lain. Namun, jika melakukan sinergi dengan badan-badan usaha atau institusi lain, maka akan menghasilkan peningkatan efisiensi. Dimana BUMDes dapat mengerjakan banyak program kerja, banyak proyek dan banyak sasara capaian dengan melibatkan puluhan hingga ratusan partner kerja dari lintas sektoral. 

Ketiga, kerjasama lintas sektoral akan meningkatkan kinerja yang harmonis dan saling berkelanjutan. Jika dibandingkan kerja sendiri-sendiri, pengurus BUMDes dapat terus membuka potensi kerjasama secara berturut-turut dengan berbagai pihak. 

Misalnya jika telah selesai satu program kerja, maka dengan partner yang sama dapat dibuka peluang program kerja yang lain. Dengan demikian, mendorong BUMDes untuk terlibat aktif dengan jejaring ABCGFM adalah hal yang tidak bisa dihindari jika ingin berkembang.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *