Bumdes.id Dampingi Pemetaan Bentang KLHK di Kabupaten Landak Kalimantan Barat

Bumdes.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) pada tahun 2021 memiliki program pengelolaan lahan akses terbuka (LAT) yang kurang produktif karena menjadi bekas tambang, lahan miskin unsur hara hingga lahan-lahan kurang produktif karena bekas bencana alam di 7 lokasi di Indonesia. 

KLHK menggandeng Bumdes.id, mitra yang berpengalaman dalam mendampingi ribuan desa, wilayah terpencil hingga pendampingan pembentukan BUMDes di lokasi LAT. Tujuan pengelolaan LAT sendiri difokuskan KLHK agar dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Salah satu wilayah dampingan KLHK dan Bumdes.id adalah dua desa di Kabupaten Landak yaitu Desa Mandor dan Desa Kayu Ara. Proses pendampingan dilalui dengan empat tahapan.

Pertama, sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Kedua, pemetaan bentang alam dan penggalian potensi terhadap Lahan Akses Terbuka (LAT), Ketiga, FGD dari KLHK dan Bumdes.id dengan pemangku kepentingan di lokasi lahan LAT serta keempat diakhiri dengan musyawarah desa penetapan untuk membentuk BUMDes atau BUMDes Bersama. 

Pada pemetaan bentang dan penggalian data di Desa Mandor dan Desa Kayu Ara, Bumdes.id menurunkan beberapa konsultan untuk menjadi tim asesmen bersama tim dari KLHK. Desa Mandor dan Desa Kubu Raya memiliki daerah bekas hasil tambang rakyat yang belum dikelola secara optimal.

Hasil asesmen Bumdes.id dengan KLHK menemukan bahwa posisi kedua desa cukup strategis karena menjadi tempat transit menuju ibukota provinsi di Pontianak. Terlebih keduanya sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), walaupun ternyata BUMDes yang didirikan belum optimal.

Hasil asesmen menemukan bahwa pendirian BUMDes hanya menjadi pendirian formalitas karena ternyata sumber daya pengelolanya belum profesional, belum adanya optimalisasi fungsi BUMDes, hingga belum merambah dalam pengelolaan lahan akses terbuka (LAT). 

Asesmen juga menemukan bahwa letak lahan akses terbuka (LAT) bekas tambang rakyat terletak di kedua desa, sehingga memerlukan pembentukan pendirian BUMDes Bersama yang dikelola secara profesional bersama untuk mengoptimalkan LAT tersebut. 

Hasil asesmen pemetaan bentang alam dari Bumdes.id juga menemukan bahwa ternyata kedua desa di Kabupaten Landak Kalimantan Barat ini memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan. 

Misalnya di Desa Kayu Ara memiliki potensi alam berupa adanya Dana Arwana, kekayaan budaya berupa budaya suku dayak yang masih asri dan kental, serta potensi pengembangan sektor pertanian dan peternakan rakyat. 

Sementara potensi di Desa Mandor terdiri atas adanya peninggalan situs sejarah makam dan tugu peninggalan Kerajaan China. Di Desa Mandor juga memiliki potensi perkebunan dan peternakan rakyat, terutama pada perkebunan sawitnya. 

Hasil asesmen ini kemudian melahirkan rekomendasi pembentukan lembaga pengelola Lahan Akses Terbuka (LAT) berupa BUMDes Bersama antara Desa Kayu Ara dengan Desa Mandor. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *