Bumdes.id Dampingi Pemetaan Bentang KLHK di Kabupaten Tuban Jawa Timur

Bumdes.id – Pada tahun 2022, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan program pendampingan pengelolaan Lahan Akses Terbuka (LAT) di tujuh titik yang menjadi proyek pendampingan. KLHK menggandeng Bumdes.id sebagai mitra strategis untuk mendampingi proses pemetaan bentang alam potensi pengelolaan Lahan Akses Terbuka (LAT) menjadi lahan lebih produktif.

Bumdes.id menurunkan Tenaga Ahli Agus Edi Winarto untuk menjadi pendamping pemetaan bentang alam bagi daerah-daerah yang didorong untuk mengelola Lahan Akses Terbuka (LAT) menjadi lahan produktif, khususnya di Desa Leranwetan Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. 

Proses pemetaan bentang alam dan penggalian data melibatkan berbagai unsur seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban dan Tenaga Ahli dari Bumdes.id Agus Edi Winarto yang menjadi tenaga pendamping pengelolaan Lahan Akses Terbuka (LAT) nantinya didorong berbentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan Undang-Undang Desa Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2021 mengenai badan hukum BUMDes. 

Menurut Agus Edi Winarto dalam proses pendampingan pembentukan pengelolaan LAT di Desa Leranwetan didahului dengan pembentukan tim persiapan pada tanggal 5 Oktober 2022. 

Tim persiapan ini melibatkan berbagai unsur yang ada dalam Desa Leranwetan serta unsur-unsur lain seperti akademisi, pemangku kepentingan bisnis, komunitas sekitar, pemerintah daerah dan aktivis desa. Unsur-unsur pemangku kepentingan ini disebut juga dengan unsur ABCGFM yang meliputi academician, business, community, government, financial institution dan media. 

Tim Persiapan yang dipimpin Rasmijan, S.Pd. Ketua BPD Desa dan berprofesi sebagai guru mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, disusul dengan penggalian data untuk memperoleh pemetaan bentang alam sebagai bahan persiapan pembentukan pengelolaan LAT. 

Proses persiapan pemetaan bentang alam memakan delapan tahapan yang meliputi:

  1. Pembekalan Tim Persiapan
  2. Pengumpulan Data Awal
  3. Observasi Lapangan
  4. Analisa Data Pemetaan
  5. FGD Kelompok Perempuan
  6. FGD Kelompok Pemuda
  7. Rumusan Hasil Pemetaan
  8. Musdes Penetapan Kelembagaan untuk Lahan Akses Terbuka (LAT).

Hasil delapan tahapan yang dilakukan tim persiapan menghasilkan output berupa laporan persiapan pemetaan bentang alam LAT Desa Leranwetan Kabupaten Tuban yang terbagi ke dalam tiga sektor:

  1. Sektor Alam Desa Leranwetan memiliki tiga potensi yang bisa dikembangkan yakni Persawahan, perbukitan kapur dan juga adanya waduk.
  2. Sektor Budaya di Desa Leranwetan Kabupaten Tuban memiliki objek wisata religi beruapa Makam Mbah Sumyar, Petilasan Sumur Dalem dan kesenian Watu Jaran
  3. Sektor Ekonomi yang ada di masyarakat Desa Leranwetan kebanyakan berprofesi sebagai peternak sapi yang mengelola peternakan serta pengrajin UMKM produk desa berupa keripik, serta sebagian lainnya adalah petani dengan sistem sawah. 

Potensi-potensi pemetaan ini nantinya diajukan ke dalam Musdes Pemetaan Pembentukan Kelembagaan untuk membentuk lembaga pengelola Lahan Akses Terbuka (LAT). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *