Inovasi Ekonomi BUMDes

Bumdes.id – Tantangan terbesar BUMDes paska hadirnya Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2021 adalah harus lebih dinamis dalam mengembangkan diri. Hal ini tidak bisa dilepaskan dengan pemberian status badan hukum, maka gerak BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa maupun sebagai agregator sosial desa memerlukan progress yang lebih cepat. 

Pemberian status badan hukum dalam PP 11 Tahun 2021 beserta dengan kewajiban dan hak yang melekat dalam diri BUMDes. Memerlukan pengaturan manajemen yang profesional dan modern, serta membutuhkan sentuhan tangan-tangan inovatif dan kreatif. 

Bumdes.id dan Bank BRI menghadirkan Kurniawan, S.E., M.Ak, konsultan Bumdes yang berpengalaman dalam mendampingi tumbuh kembang BUMDes untuk memberikan materi inovasi dan pengembangan BUMDes pada gelaran Deepening Desa BRILian tahun 2023 yang diikuti kurang lebih 160 peserta.

Menurut Kurniawan, ada tujuh tahapan atau langkah yang dapat ditempuh bagi pengurus BUMDes untuk mengembangkan daya inovasi dan kreasi BUMDes agar lebih dinamis dalam mengembangkan usaha dan menjadi motor ekonomi desa. Berikut rinciannya:

 

  • Pemahaman Paripurna Mengenai BUMDes.

Hal yang sering disinggung dalam Deepening Desa BRILian tahun 2023 adalah penguatan kelembagaan BUMDes sesuai yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2021. Dengan memahami kelembagaan BUMDes, aturan main dalam menjalankan BUMDes hingga kewenangan-kewenangan keistimewaan yang diperoleh BUMDes sesuai dengan payung hukum. Maka akan sangat mudah dalam memunculkan ide dan inovasi dalam mendorong tumbuh kembang BUMDes. 

  • Pentingnya Simulasi Kreativitas.

Tak hanya soal teoritik semata, Kurniawan sebagai pemateri mendorong agar pengurus BUMDes dapat melakukan simulasi untuk memunculkan daya kreativitas pengurus atau warga masyarakat desa.Beberapa cara simulasi adalah dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD), lokakarya dan bahkan diskusi informal dengan para pemangku kepentingan di desa. Dari diskusi yang bersifat dua arah dan diberikan simulasi pemberian kertas kerja maka dapat memunculkan ide-ide segar.

  • Tim dengan Kualitas Tinggi

Apa jadinya jika BUMDes diurus oleh orang-orang yang tidak memiliki kemampuan berorganisasi? Tentunya manajemen BUMDes akan semrawut. Jangankan untuk mengembangkan ide dan inovasi, BUMDes berjalan dengan baik saja belum tentu bisa. Itulah mengapa menyusun tim yang berkualitas sangat diperlukan dalam menggerakan BUMDes yang inovatif dan penuh ide. Tim yang berkualitas bukan hanya dari sisi kualifikasi pendidikan, melainkan juga dedikasi, pengalaman serta jejaring yang kuat di seluruh pemangku kepentingan.

  • Pelatihan dan Pendidikan Berjenjang

Meskipun sudah menjadi pengurus BUMDes bertahun-tahun, perlu ada jeda untuk memperoleh ilmu-ilmu peningkatan kualitas diri. Salah satunya adalah dengan mengikuti training atau diklat yang bersifat konstruktif. Proses ini dapat memberikan refleksi bagi pengurus BUMDes agar tidak terjebak pada rutinitas kantoran semata. Sehingga dengan adanya diklat atau training dapat memunculkan ide-ide baru dalam mengembangkan BUMDes. Training dan diklat dapat bersifat mandiri dengan mengundang pemateri, mengadakan sendiri dengan pemateri dari internal desa atau jejaring BUMDes lain, misalnya dengan mengikuti TOT BUMDes yang diadakan Bumdes.id dapat mempertemukan pengurus BUMDes dengan jejaring BUMDes yang telah sukses dalam mendirikan unit usaha. Hal ini dapat mendorong energi positif untuk memunculkan ide-ide segar. 

  • Riset Pasar Secara Kontinyu

Sebagai akademisi, Kurniawan, SE. AK menyarankan agar pengurus BUMDes dapat terus adaptif terhadap kebutuhan pasar. BUMDes harus dapat memetakan kebutuhan pasar berbasis data sehingga perencanaan yang dibuat tidak serampangan. Berbagai cara riset yang bisa dilakukan dengan membaca berita, koran atau berdiskusi dengan jejaring BUMDes yang telah lebih dulu mengembangkan bisnis sejenis. 

  • Kemitraan dan Kolaborasi

Mengembangkan BUMDes berbasis jaringan ABCGFM akan memudahkan pengurus BUMDes mencari ide-ide segar dan kolaborasi dengan jenis-jenis baru. 

  • Penggunaan Teknologi

Digitalisasi yang dikembangkan Bank BRI dan Bumdes.id ke desa-desa diharapkan dapat memotivasi timbulnya ide-ide baru di bidang bisnis. Misalnya selain mendorong akuisisi lahirnya BRILink dan toko desa, hadirnya digitalisasi dapat menjadi sarana naik kelas produk-produk UMKM desa. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *